Halaman

Welcome To Achmade's Blog

Rabu, 21 November 2012

Kronologis Serangan Anonymous ke Israel


(AFP Photo/Hazem Bader)
Jakarta - Serangan udara Israel ke jalur Gaza dikecam banyak pihak. Di dunia maya, kelompok hacker Anonymous pun mengutuk aksi biadab negara zionis tersebut, bahkan mereka melakukan perlawanan atas nama kemanusiaan.

Bermula dari kecaman yang ternyata tak digubris oleh pemerintah Israel, membuat kelompok yang selalu menggunakan topeng khas bila muncul ke dunia nyata itu geram, sehingga melakukan aksi penyerangan.

Nah, berikut kronologis serangan Anonymous terhadap sejumlah situs Israel, yang detikINET rangkum dari berbagai sumber, Senin (19/11/2012).

14 November 2012

Para pengunjuk rasa yang mengaku menjadi bagian dari gerakan Anonymous mengecam serangan 14 November oleh militer Israel terhadap pimpinan Hamas yang diduga bertanggung jawab atas ratusan serangan roket terhadap warga sipil Israel.

Dalam sebuah pernyataan online, Anonymous memperingatkan Israel Defense Force (IDF) -- militer Israel -- untuk tidak untuk memotong akses online warga Palestina di Gaza untuk mendapatkan pesan ke dunia, meskipun tidak jelas apakah IDF benar-benar untuk melakukannya. 

"Untuk rakyat Gaza dan wilayah pendudukan, kami Anonymous berada di samping Anda untuk bertarung," kata pernyataan itu. 

"Kami akan melakukan segalanya dalam kekuasaan kami untuk menghambat kekuatan jahat IDF yang tersusun terhadap Anda. Kami akan menggunakan semua sumber daya kami untuk memastikan Anda tetap terhubung ke Internet dan tetap dapat mengirimkan pengalaman Anda ke seluruh dunia."

Protes secara online yang dijuluki 'OpIsrael' datang setelah Israel melancarkan serangan terhadap pemimpin Hamas di Gaza sebagai pembalasan atas rudal yang dikirimkan beberapa hari terakhir. Hamas telah meluncurkan lebih dari 500 roket dan rudal ke wilayah Israel pada tahun 2012, menurut statistik yang dikumpulkan oleh pemerintah Israel.

15 November 2012

Pagi hari di 15 November 2012, sebuah postingan diduga dari pendukung Anonymous mengkritik Israel karena serangan yang brutal. Pada saat yang sama, Anonymous mulai melakukan serangan berbasis denial-of-service (DDoS).

Serangan pertama ini mulai menargetkan website dari Angkatan Pertahanan Israel dan kantor Perdana Menteri serta bank Israel, maskapai penerbangan dan perusahaan infrastruktur.

Pada tanggal yang sama, anggota gerakan ini melunak. Mereka mengaku tidak pada pihak manapun dari konflik ini.

"Anonymous tidak mendukung kekerasan oleh IDF atau Perlawanan Palestina / Hamas. Perhatian kami adalah untuk anak-anak Israel dan Wilayah Palestina dan hak-hak orang-orang di Gaza untuk menjaga jalur komunikasi yang terbuka dengan dunia luar."

17 November 2012

Kelompok Anonymous kembali kobarkan pernyataan cyberwar terhadap Israel melalui sebuah postingan video YouTube yang diupload tertanggal 17 November 2012. Di video tersebut, salah seorang yang diduga Anonymous tersebut mengucapkan janji akan menyerang Israel, bila negara tersebut belum berhenti membombardir Gaza.

Dalam pesan yang diklaim merupakan Anonymous Collective, kelompok itu berjanji akan melakukan segala upaya untuk melumpuhkan sistem internet Israel, mulai dari hack, deface, docks, hijack, mencuri informasi di database, mengambil alih admin dan mematikan DNS.

19 November

Sampai Senin (19/11), Anonymous mengklaim telah meretas ratusan situs yang berbasis di Israel. Tidak hanya itu, Anonymous juga dilaporkan telah mencuri email dan password, serta database krusial dari Bank Jerusalem dan Kementerian Luar Negeri Israel.

Anonymous mengaku telah menangguk sejumlah data sensitif. Di antaranya berisi lebih dari 3.000 data individu yang telah mendonasikan uangnya untuk kelompok pro Israel, Unity Coalition for Israel.

Data-data tersebut ditemukan Anonymous pasca memborbardir hampir 700 situs milik Israel dan menguras sejumlah database situs-situs yang diacak-acaknya tersebut.


SUMBER

Hacker Indonesia Pilih 'Jihad' untuk Palestina

Jakarta - Daripada menyerang situs Israel dengan membabi buta, sejumlah hacker di Indonesia mengaku lebih memilih untuk 'berjihad' di Palestina.

Jihad di sini sudah pasti bukan bertempur dengan senjata api atau sejenisnya, namun para peretas Tanah Air berjanji akan membuat warga Palestina agar bisa terus berkomunikasi di dunia maya.

"Dapat tugasnya cuma membuat jalur koneksi internet di Palestina tetap hidup," pengakuan salah satu hacker Indonesia kepada detikINET, Senin (19/11/2012).

Seperti diketahui bahwa sebelumnya Israel telah memutuskan koneksi internet di jalur Gaza. Alhasil, warga sekitar seakan terisolasi dari dunia luar untuk mendapatkan informasi terkini.

Melihat kondisi tersebut, ada sekelompok hacker yang dengan sukarela membuat jalur intenet dengan jaringan dial-up. Tapi hal ini pun dirasa belum cukup, karena selain tidak aman, akses melalui jalur tersebut tergolong sempit.

Kini, para kelompok hacker pun terus mencari cara agar warga Palestina bisa online seperti sedia kala.

"Jalur FO (fiber optik) dari Turki ke Palestina sudah diblokir Israel, jadi terpaksa harus meretas jalur baru, dan itu adalah jalur yang digunakan oleh bank Israel," ungkap hacker yang pernah menerobos jaringan NASA tersebut.

Sebelumnya, hacker Indonesia menyatakan untuk tidak ikut terlibat dengan aksi cyberwar yang dicetuskan Anonymous terhadap Israel. Tetapi melihat kondisi Palestina yang semakin memprihatinkan, sepertinya para peretas lokal berubah pikiran.

"Finally tim indonesia memutuskan ikut serta, wish me luck," tutup hacker yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu.


SUMBER

Rabu, 05 September 2012

Facebook bakal ditinggal jika update status harus bayar

Rencana pembuatan fitur Facebook Highlight menuai pro dan kontra. Pendiri Kaskus Andre Darwis mengatakan, dengan membayar saat mengupdate status di Facebook akan berdampak besar terhadap akun Facebook itu sendiri. Facebook akan ditinggal oleh banyak orang.

"Rasanya iya, bakal ditinggalkan. Orang akan ramai-ramai dan berbondong-bondong meninggalkan Facebook. Karena awalnya kan gratis, masak ubah status harus bayar. Selama ini kan fitur-fiturnya gratis, tiba-tiba bayar, semua orang ya kaget," jelas Andre saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (4/9).

Selain itu berdampak besar bagi Facebook itu sendiri, banyak orang bakal beralih ke jejaring sosial lainnya, seperti halnya Twitter.

"Nanti Facebook ditinggalkan orang dan beralih ke Twitter," ujarnya.

Diketahui, Facebook sedang mengujicoba fitur baru untuk menampilkan status penggunanya ke setiap orang, namun layanan tersebut tidak gratis. Tidak semua status yang dituliskan akan muncul dan dilihat oleh orang-orang yang ada dalam friendlist-nya.

Oleh karenanya, Facebook mencoba untuk menguji satu fitur baru agar status penggunanya dapat dilihat oleh semua yang masuk dalam daftar pertemanan. Namun, hal tersebut tidak gratis, Facebook akan menarik biaya untuk pengoperasiannya.

Seperti yang dilansir Consumerinstinct (03/09), dalam taraf percobaannya tersebut, Facebook tidak akan menarik biaya. Namun, ketika fitur tersebut resmi diluncurkan maka penggunanya harus membayar USD 2 untuk menggunakannya.

Mungkin hal ini tidak menguntungkan bagi pengguna Facebook yang gratisan, namun layanan berbayar ini sangat menguntungkan bagi pengguna Facebook premium atau pebisnis. Dengan tampilnya setiap status ke pelanggan atau konsumennya, maka semua informasi mengenai produk baru atau apapun akan dapat diterima dengan cepat dan tepat.


Layakkah Rp 18.000 hanya untuk update status Facebook?

Banyak yang bereaksi setelah mendengar Facebook berencana untuk menarik biaya sebesar USD 2 untuk setiap post baru (update status). Namun, apabila dilihat dari sudut pandang bisnis dan urgensi, rencana Facebook tersebut sangat berguna.

Dengan status yang terus muncul dan diketahui atau dilihat oleh semua orang yang berada di dalam daftar pertemanan, maka hal tersebut menguntungkan bagi pebisnis atau perusahaan yang sedang mempublikasikan produk baru mereka.
Contoh lain adalah apabila terdapat suatu hal yang sangat penting, misalnya seorang pengguna Facebook membutuhkan donor organ atau darah, maka dengan status yang terus terhighlightmaka ada kemungkinan keinginannya tersebut dapat segera tercapai karena diketahui banyak orang.

Walaupun banyak yang tidak setuju dengan rencana tersebut, namun apabila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan seorang pebisnis atau perusahaan untuk mempublikasikan produk mereka via media lain (koran, tabloid, televisi, radio, dan sejenisnya), pasti lebih menguntungkan publikasi melalui Facebook.

Seperti yang tertulis dalam laman Facebook for Business, dengan iklan melalui Facebook dapat meningkatkan penjualan, jumlah kunjungan ke situs yang bersangkutan akan meningkat dan masih banyak lagi. Apalagi, sekarang Facebook dapat diakses melalui tablet atau smartphone, so,dengan harga yang cukup murah tersebut, sebanding dengan apa yang didapat nantinya.
Mia Garlick, juru bicara Facebook menjelaskan, "Ketika kita mempunyai rencana untuk
merilis satu fitur baru, kita akan mengujicoba fitur tersebut lebih dahulu. Kita tidak akan merilis tanpa melakukan riset."

Dalam penjelasannya, selama masa uji coba atau trial, fitur Facebook Highlight tersebut akan dilengkapi dengan pilihan pembayaran mulai dari USD 2 sampai dengan pilihan gratis.
Seperti yang pernah dimuat dalam Stuff beberapa bulan lalu, nampaknya dengan memunculkan fitur ini akan Facebook mencoba menggali sisi keuntungan dari penggunanya.
Apabila dari sisi bisnis, sistem update status berbayar ini sangat menguntungkan, bagaimana dari sisi pengguna Facebook yang selama ini masih memanfaatkan fitur gratisannya. Apakah hal tersebut juga menguntungkan atau malah menggangu?