Halaman

Welcome To Achmade's Blog

Rabu, 21 November 2012

Mengintip Sistem Pertahanan Cyber Israel


Ilustrasi (ist)
Jakarta - Israel punya banyak musuh sehingga negeri zionis ini selalu waspada terhadap kemungkinan serangan. Termasuk serangan cyber dari para hacker atau yang disponsori negara tertentu.

"Terdapat lonjakan upaya serangan cyber dan setiap hari ada insiden untuk menyusupi komputer pemerintahan kita," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Nentanyahu belum lama ini.

"Seperti kita punya sistem Iron Dome untuk melawan misil, kita akan punya sistem pertahanan untuk menghadapi serangan cyber," kata dia yangdetikINET kutip dari United Press International, Senin (19/11/2012).

Tahun 2011, Nentanyahu meresmikan berdirinya National Cyber Headquarters sebagai pusat pertahanan cyber. Tujuannya adalah untuk melindungi infrastruktur nasional yang penting seperti listrik, air dan sistem keuangan.

Memang tidak dijelaskan seperti apa detail pertahanan cyber Israel. Yang pasti di samping untuk pertahanan, juga untuk melakukan serangan cyber jika diperlukan.

Kabarnya, Israel mendedikasikan 8.200 staf khusus di unit pertahanan cybernya. Sedangkan budget yang akan dikucurkan sebesar USD 515 juta dalam beberapa tahun mendayang.

Tak hanya itu, Israel juga melatih para hacker berbakat bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Misalnya dengan Ben Gurion University yang bersama Israel Defences Forces melakukan program pelatihan hacker.

Universitas itu pun menjanjikan mereka yang mengambil jurusan ini akan mendapat pekerjaan yang menggiurkan. Kemungkinan, lulusannya bakal bekerja untuk pemerintah.

Terbukti sekarang Israel diserbu gelombang serangan cyber. Serangan brutal Israel ke jalur Gaza menuai kecaman dan membuat hacker bersatu menyerbu negeri ini. Israel mengklaim bisa menetralisir serangan, meskipun grup hacker terkenal Anonymous mengklaim berhasil merusak beberapa website penting di sana.


SUMBER

Israel Dibombardir 44 Juta Serangan Cyber


(cnet)
Jakarta - Serangan brutal Israel di jalur Gaza yang menewaskan korban dari kalangan sipil menuai kecaman dari dunia internasional. Tak terkecuali sejumlah hacker yang bersatu memborbardir negara zionis itu.

Dilaporkan, sedikitnya 44 juta kali upaya serangan cyber telah menyerbu situs pemerintahan Israel. Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan pemerintahannya kini menghadapi medan perang kedua di dunia maya.

"Divisi komputer kementerian akan terus memblokir jutaan serangan cybertersebut. Kami menikmati buah investasi kami dalam mengembangkan sistem pertahanan komputer," kata Steinitz . 

Ia mengklaim, semua serangan berhasil dipatahkan dan tidak menimbulkan kerugian yang serius. Namun Steinitz tidak mengatakan siapa saja yang melakukan serangan cyber. 

Juru bicara kementerian menyatakan meskipun serangan itu berasal dari berbagai penjuru dunia, kebanyakan berasal dari Palestina dan Israel sendiri. 

Kemungkinan besar, salah satu pelakunya adalah Anonymous. Kelompok hacker terkenal ini mengklaim telah merusak database hampir 700 website Israel, termasuk Bank of Jerusalem. Situs Kementerian Luar Negeri Israel juga sempat down.

"Perang ini bertempat di tiga medan. Yang pertama perang fisik, kedua di dunia media sosial dan ketiga di dunia cyber," kata Carmela Avner, Chief Information Officer Israel yang detikINET kutip dari Reuters, Senin (19/11/2012).


SUMBER

Ssstt... Anonymous Bocorkan 3.000 Nama Donatur Pro Israel


Anonymous (Ist.)
Jakarta - Serangan cyber yang dilancarkan kelompok hacker Anonymous menangguk sejumlah data sensitif. Di antaranya berisi lebih dari 3.000 data individu yang telah mendonasikan uangnya untuk kelompok pro Israel, Unity Coalition for Israel.

Seperti dikutip detikINET dari The Next Web, Anonymous mengaku telah membocorkan data-data rahasia yang dimilikinya tersebut di situs Pastebin. Data pribadi yang diungkap mulai dari alamat, nomor telepon, dan kontak email.

Data-data tersebut ditemukan Anonymous pasca memborbardir hampir 700 situs milik Israel dan menguras sejumlah database situs-situs yang diacak-acaknya tersebut.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah, siapa saja para penyandang dana bagi kelompok pro Israel ini? Saat ditelusuri The Next Web di situs Pastebin, mereka agak kesulitan untuk mengungkap semua data yang dibocorkan Anonymous tersebut.

Namun dalam data yang belum sepenuhnya terkumpul itu terdapat nama senator incumbent AS Daniel Inouye yang terkenal memiliki kedekatan dengan kubu Israel sebagai seorang politisi.

Nama lainnya adalah mantan senator AS Spencer Abraham, Christopher Bond, John Breaux, Alfonse D'Amato dan Rod Grams, serta pihak penting lainnya dari kalangan pemerintahan dan NGO.

Namun The Next Web belum memastikan apakah data-data yang muncul di Pastebin tersebut akurat. Namun belajar dari pengalaman terdahulu, data yang diumbar Anonymous biasanya berisi data yang bisa dipegang kesahihannya.


SUMBER

Hacker Indonesia Ikut Gempur Situs Israel?


Ilustrasi (inet)
Jakarta - Kelompok hacker Anonymous dengan tegas mengobarkan cyberwarterhadap Israel dan telah melumpuhkan ratusan situs milik negeri zionis tersebut. Lantas, apakah para peretas di Tanah Air juga ikut terlibat?

Aksi yang dilakukan Anonymous dilakukan sebagai bentuk protes atas serangan Israel ke jalur Gaza yang telah menelan korban puluhan nyawa.

Nah, grup Anonymous yang tidak diketahui asal usulnya itu bisa jadi melakukan penyerangan dari berbagai tempat, tapi apa termasuk dari Indonesia?

"Kecil kemungkinannya," ujar Alfons Tanujaya, praktisi keamanan internet dari Vaksincom kepadadetikINET, Senin (19/11/2012).

Pun begitu, gonjang-ganjing soal penyerangan di Israel juga mendapat perhatian dari kelompok hacker Tanah Air. Hanya saja mereka memilih untuk tidak ikut campur dalam pertempuran tersebut.

"Dulu mereka di-back up sama tim dari AS (Amerika Serikat), jadi enak, tantangannya gede. Sekarang sudah nggak lagi, satelitnya saja sudah banyak yang mati, jadi nggak ada yang bisa dimanfaatin," imbuh salah satu hacker kawakan yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu kepada detikINET.

Hingga kini serangan Anonymous masih bergulir di dunia maya Israel, dan belum diketahui secara pasti sejauh mana kerusakan yang sudah ditimbulkan oleh kelompok tersebut.


SUMBER