Halaman

Welcome To Achmade's Blog

Kamis, 31 Januari 2013

Pemerintah Tidak Malu ??

Ya ini yang hanya saya bisa katakan kepada publik dan forum seperti facebook ini, 
APAKAH PEMERINTAH TIDAK MALU memenjarakan lulusan anak SMK yang hanya kerja sebagai operator di warnet hanya karna mendeface web SBY !?

APAKAH PEMERINTAH TIDAK MALU terhadap secara dia hanya lulusan SMK dan kerja sebagai OP warnet , sedangkan orang IT pemerintahan berpendidikan tinggi dan mampu di jebol karna seorang lulusan anak SMK .

APAKAH PEMERINTAH TIDAK MALU
memenjarakan selama 15 tahun sedangkan kasus korupsi hanya 4.5 tahun, Bagaimana ini dengan peraturan INDONESIA yang sekarang ini , saya merasa SANGAT KURANG TEGAS .

bukan hanya hukum tentang UU ITE saja tapi tentang UU yang lainnya tapi itu tidak perlu di bahas di posting ini , kami hanya ingin
PEMERINTAH INDONESIA SADAR SESADAR SADARNYA tentang semua yang terjadi sekarang di INDONESIA ini .


#Salam Hacker All Community :)

Senin, 26 November 2012

Bahaya Untuk Anak di Balik Lagu Coboy Junior

Hari ini saya akan menulis tentang potensi membahayakan yang ditimbulkan oleh lagu “Kamu” yang dibawakan oleh boyband cilik Coboy Junior.



Coboy Junior beranggotakan Iqbaal (13), Teuku Ryzki (14), Bastian (13), dan Aldi (12). Mereka dipersatukan dan diproduseri oleh Patrick Effendy, yang kebetulan menonton Musikal Laskar Pelangi dan kemudian melihat potensi mereka untuk menjadi idola ABG masa kini. Dengan wajah yang masih polos, dan suara yang masih seperti anak-anak, mereka menyanyikan sebuah lagu tentang cinta monyet. Berikut lirik lagu “Kamu” dan bagi yang ingin melihat video Coboy Junior bisa meluncur ke SINI.

Kamu buat aku tersipu,
buatku malu-malu,
saat bersamamu,
saat ku sapa dirimu.
Aku kok merinding buluku,
kok jadi gugup aku,
saat bersamamu,
saat kau senyum padaku.
Mungkin inilah rasanya,
rasa suka pada dirinya.
Sejak pertama aku bertanya,
facebook-mu apa nomermu berapa.
Mungkin inilah rasanya,
cinta pada pandang pertama.
Senyuman manismu itu,
buat aku dag dig dug melulu.
Nanti aku follow twitter-mu,
kan kutunggu retweet-mu,
agar aku tahu,
sukakah kamu kepadaku.
back to Reff.
yeah cuma kamu cuma kamu yang bisa membuatku tidur tak tentu,
memikirkanmu pujaan hati oh kamu cantik sekali,
Oh Tuhan aku hanya ingin dia tahu,
kau lucu kau sangat lucu.

Beberapa hal yang bisa kita kritisi dari lirik lagu Kamu. PERTAMA, meskipun mungkin nyaris semua kita pernah mengalami cinta monyet saat SMP, tetapi cinta monyet bukanlah cinta yang sesungguhnya. Lagu “Kamu” menyesatkan anak-anak ABG, termasuk juga anak-anak di bawah 12 tahun, dengan memberikan penggambaran cinta secara semu. Cinta bukanlah soal tersipu-sipu malu, bukan pula soal merindingnya bulu kuduk saat bersama seseorang yang kita cintai.

Kita harus mengajarkan kepada anak-anak konsep cinta yang benar. Cinta adalah soal tanggung jawab. Cinta juga terkait dengan berkorban. Cinta adalah soal mengupayakan dia yang kita cinta menjadi pribadi yang makin baik.

Setelah itu, kita harus mengajarkan tentang waktu yang tepat untuk mereka mulai mencintai seseorang. Mereka tidak bisa mencintai dengan benar jika konsep mereka tentang cinta pun masih semu. Apalagi jika mereka dibombardir oleh lagu-lagu cinta semu oleh pencipta-pencipta lagu yang juga selama hidupnya masih mencintai secara semu pula.

Kapan waktu yang tepat untuk mereka mencintai lawan jenisnya? Tentu saja ketika mereka mengerti tentang arti cinta yang sesungguhnya.

Siapakah yang harus mengajari mereka tentang cinta yang sesungguhnya? Tentu saja para orangtua, dan juga para pendidik di sekolah.

Bagaimana mengajari mereka tentang cinta yang sesungguhnya? Tentu saja dengan teladan. Perbuatan, bukan hanya lewat perkataan.

Hal KEDUA yang ingin saya kritisi dari lagu Kamu adalah mengenai FB dan Twitter yang mereka gunakan. Mesti sudah jamak anak-anak usia SD sudah memiliki akun FB dan Twitter, tetapi pada prinsipnya kepemilikan akun-akun tersebut dibuat dengan umur yang DIPALSUKAN, karena pada umumnya penyedia layanan email seperti Yahoo, Gmail, dsb, mengharamkan anak-anak di bawah umur 17 tahun untuk memiliki akun email. Termasuk Facebook yang membatasi hanya orang-orang yang berusia di atas 13 tahun yang boleh memiliki akun FB.

Internet memang masih menjadi alat yang berguna dan sekaligus juga berbahaya bagi anak-anak. Manfaat dari internet jika digunakan dengan benar yaitu untuk mendapatkan ilmu, sudah tidak bisa dibantah. 90 persen bahan dan informasi yang bermutu untuk mengembangkan kreativitas dan wawasan, ada di internet.

Sayangnya akhir-akhir ini lalu lintas penggunaan internet oleh anak-anak dan pelajar hanyalah untuk games online, chating, Facebook, dan pelbagai situs sosial lainnya. Dengan demikian dampak negatif dari penggunaan internet secara salah pun tidak kalah berbahayanya. Ada sekitar 600 juta situs seks dan pornografi yang mengintai anak-anak dan pelajar. Mayoritas pelajar memanfaatkan waktu luangnya yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar, malah dihabiskan untuk bermain games, cari jodoh di situs-situs sosial, bahkan mengakses gambar-gambar dan video porno.

Terkait dengan uraian di atas, jelas sekali jika lirik Kamu mengajarkan pendengarnya bukan untuk belajar dengan rajin, tetapi untuk menunggu dengan cemas retweet dari cinta monyetnya. Bukannya mengajarkan melatih diri untuk mengembangkan potensinya secara maksimal, tetapi malah mengajarkan untuk memikirkan hal yang belum pantas dipikirkan anak-anak pelajar, yaitu cinta kepada lawan jenis.

Hal KETIGA yang ingin saya kritisi dari lagu “Kamu” yang dibawakan Coboy Junior adalah menjadikan Tuhan hanya sebagai mak comblang yang mempersatukan dengan cinta monyetnya yang lucu. Liriknya berbunyi seperti ini: “Oh Tuhan, aku hanya ingin dia tahu, kau lucu kau sangat lucu.” Terlalu dangkal iman si pencipta lagu dengan menempatkan Tuhan bukan sebagai tujuan hidup, tapi hanya sebagai PEMBANTU.

Anak-anak harus diajarkan sedini mungkin untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan mereka. Mereka harus diajarkan bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan yang harus dikelola dengan bertanggung jawab dan mengembangkan semua potensi yang Ia berikan. Anak-anak harus diberitahu bahwa mereka berdoa kepada Tuhan bukan hanya untuk meminta sesuatu dari Tuhan, tetapi sebagai cara mereka berdialog dan berhubungan dengan Pencipta mereka.

Itu saja yang ingin saya kritisi dari lagu Kamu yang dinyanyikan Coboy Junior. Siapa yang salah jika kemudian pendengar boyband ini menjadi generasi yang tidak produktif di kemudian hari?

Produser Coboy Junior dan pencipta lagu sangat bersalah, karena telah mempekerjakan anak di bawah umur, mendapatkan keuntungan dari keempat anak ini, dan menjerumuskan penggemar-penggemar Coboy Junior dengan pemahaman yang semu tentang cinta, tentang Tuhan, dan tentang kewajiban mereka yang sesungguhnya.

Pihak stasiun TV juga bersalah, karena menyiarkan Coboy Junior di prime time.
Orang tua juga bersalah, karena tidak menyediakan lagu yang lebih bermutu kepada anak-anaknya; karena tidak menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah dan dalam keseharian.

Saya juga bersalah, karena hanya berteriak melalui tulisan di blog yang masih sedikit pembacanya.

Tetapi semoga kita semua menyadari kesalahan ini, dan sama-sama bertekad mengupayakan sebuah generasi masa depan yang memimpin bangsa Indonesia kelak kepada kemashyuran, kemakmuran, dan kebesaran.

Saya jadi rindu lagu yang seperti di bawah ini. Lagu yang mengajarkan etos kerja kepada anak-anak.

Ayo kawan kita bersama.
Menanam jagung di kebun kita.
Ambil cangkulmu,
ambil pangkurmu.
Kita bekerja tak jemu-jemu.
Cangkul cangkul cangkul yang dalam.
Tanah yang longgar jagung kutanam
Beri pupuk supaya subur.
Tanamkan benih dengan teratur.
Jagungnya besar lebat buahnya.
Tentu berguna bagi semua.
Cangkul cangkul aku gembira.
Menanam jagung di kebun kita.


SUMBER

Rabu, 21 November 2012

Gaza Diserang, Dedemit Maya Gempur Situs Israel


Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Sejak beberapa hari belakangan, situasi di jalur Gaza memanas akibat serangan militer Israel terhadap Hamas. Tak hanya masyarakat dunia (nyata) yang mengutuk aksi tersebut, penghuni dunia maya pun mengecam aksi yang turut menewaskan kalangan sipil tersebut.

Salah satu bentuk protes yang dilakukan adalah dengan meretas ratusan situs milik Israel. Kelompok hacker terkenal Anonymous mengklaim telah bertanggung jawab di balik serangan yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir The Next Web dan dikutip detikINET, Minggu (18/11/2012), beberapa situs yang dirusak termasuk halaman web yang sangat penting, seperti situs pemerintah. Tidak hanya itu, Anonymous juga dilaporkan telah mencuri email dan password, serta database krusial dari Bank Jerusalem dan Kementerian Luar Negeri Israel.

Untuk meyakinkan bahwa serangan di dunia maya ini akibat perbuataan kelompok Anonymous, mereka pun mengumbar aksinya melalui akun Twitter dengan hashtag khusus, yakni #OpIsrael.

Kendati telah menyerang situs Israel dengan berbagai cara, termasuk dengan serangan DDos, namun beberapa web resmi pemerintah serta situs militer Negeri Zionis yang menjadi target utama penyerbuan malah belum sepenuhnya dibobol. Terbukti situs tersebut masih bisa diakses, meski menjadi sangat lambat.


SUMBER

Anonymous Acak-acak Situs Bank Jerusalem


(cnet)
Jakarta - Serangan cyber yang dilancarkan kelompok hacker ke Israel terbilang besar. Ada ratusan situs yang menjadi korban, mulai dari Bank Jerusalem hingga situs Kementerian Luar Negeri si negeri zionis.

Seperti dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Minggu (18/11/2012), sejauh ini sudah hampir 700 situs yang diacak-acak Anonymous. 

Target kelompok peretas populer ini adalah situs pemerintah, retail, banking, dan berbagai lini bisnis lainnya. 

Dalam keterangannya dari berbagai sumber, Anonymous menegaskan mengutuk serangan militer Israel ke jalur Gaza sehingga menimbulkan korban tewas sampai puluhan orang.

Alhasil, sebagai aksi serangan balik, Anonymous pun menggempur ratusan situs strategis Israel.

Seperti yang dilakukan terhadap The Bank of Jerusalem. Lembaga keuangan terbesar di Israel ini sebelumnya telah menerima sejumlah peringatan dari para peretas. Dimana beberapa di antaranya melontarkan ancaman untuk menghapus informasi di database online bank tersebut. 

Saat ditelusuri detikINET, situs Bank Jerusalem yang beralamat di http://bankjerusalem.co.il/ hingga Minggu (18/11/2012) siang hari masih belum bisa diakses.

Hal serupa juga terjadi pada situs Kementerian Luar Negeri Israel yang dilaporkan telah diserang pada Jumat waktu setempat. Meski sempat offline, situs tersebut kemudian kembali bisa diakses pada Sabtu pagi.

Tidak hanya itu, Anonymous juga dilaporkan telah mencuri email dan password, serta database krusial dari Bank Jerusalem dan Kementerian Luar Negeri Israel.

Untuk meyakinkan bahwa serangan di dunia maya ini akibat perbuataan kelompok Anonymous, mereka pun mengumbar aksinya melalui akun Twitter dengan hashtag khusus, yakni #OpIsrael.

SUMBER